NEWS

Point Guard Sahabat, Rohtriastari menjadi salah satu motor kemenangan Sahabat. (Foto: Wahyudin / Jawa Pos)
wnblindonesia.com - 07/05/2015
Karena Matang di Kampus

SEBAGAI point guard, gerakannya benar-benar gesit di lapangan. Tembakan tiga angkanya juga akurat. Dia jadi pemain dengan persentase tembakan tiga angka terbaik di timnya, yakni 32,39 persen. Torehan itu menempati peringkat ketiga terbaik di liga.

Yang belum mengenalnya mungkin tidak akan mengira bahwa itu dicetak pemain yang baru memulai musim perdana di IndiHome WNBL Indonesia. Ya, Rohtriastari langsung melejit menjadi salah seorang mesin utama Sahabat Wisma Sehati Semarang.

Dia menjadi pengemas poin terbanyak ketiga di Sahabat dengan donasi 115 poin. Dia hanya berada di belakang dua seniornya yang menjadi Most Valuable Player (MVP) dalam dua musim terakhir, Natasha Debby Christaline dan Yuni Anggraeni.

Kemarin di semifinal Championship Series melawan Tomang Sakti Mighty Bees Jakarta, Astrid --panggilannya- juga menggila. Pemain bertinggi 165 sentimeter itu menjadi salah satu motor kemenangan Sahabat dalam menyingkirkan sang juara bertahan.

Atas penampilannya yang sangat baik, dia dinobatkan sebagai Rookie of The Year IndiHome WNBL Indonesia 2014-2015. ''Tidakada target atau apa pun untuk gelar Rookie of The Year. Saya hanya berusaha memberi yang terbaik untuk tim,'' tutur Astrid.

Meski baru tahun perdana tampil di WNBL, Astrid nyatanya memang matang lebih dulu di Liga Mahasiswa. Pada 2014 dia membawa kampusnya, Universitas Pelita Harapan, menjadi juara regional Jakarta. Saat itu dia juga menggondol gelar MVP. (irr/mid/c20/nur)

Story Provided by Jawa Pos

Share this:
DBL Indonesia Jawa Pos li-ning Safe Care Prambors FM Info BDG Event Jakarta Sony Mainbasket Wing.Stop Mitra Net Indomaret Perbasi Indika FM IndiHome Honda Prospect Motor Tolak Angin Sido Muncul Markplus Hardrock FM OZ FM
 

Women's National Basketball League Indonesia | Contact Us
Copyright 2012 PT DBL Indonesia, All rights reserved.
Any commercial use or distribution without the express written consent of DBL Indonesia is strictly prohibited.